
SMA Negeri 1 Batu Sopang - Dalam usaha konsisten untuk meningkatkan kualitas pendidikan, SMA Negeri 1 Batu Sopang menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian rutin yang diagendakan oleh SMAN 1 Batu Sopang, selain untuk merefresh pemahaman juga sebagai suplemen pengetahuan kepada para pendidik SMAN 1 Batu Sopang Khususnya.
Acara yang bertajuk Menuju Pembelajaran Holistik: Mengaplikasikan Deep Learning dalam Kegiatan Pembelajaran dihadiri sedikitnya seratus peserta yang tergabung dari beberapa perwakilan sekolah se-Kecamatan Batu Sopang, Muara Komam dan Muara Samu.
IHT tersebut berlangsung selama dua hari, dimulai senin 8 Desember dan berakhir Selasa 9 Desember 2025 yang sekaligus menjawab kinerja program pemerintah melalui Kementerian Dasar Dan Menengah dalam mensukseskan kualitas pendidikan dengan mengaplikasikan Pembelajaran Mendalam. Para hadirin akan digembleng mengenai teknis mengaplikasikan deep learning/ pembelajaran mendalam di dalam proses pembelajaran di kelas.
Kepala Sekolah SMAN 1 Batu Sopang, Rusdiansyah dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya berterima kasih kepada semua hadirin, karena sudah ikut serta menjadi bagian dalam kesempatan IHT ini, semoga kita bisa belajar bersama-sama, menggali apa sebenarnya pembelajaran mendalam itu” jelasnya.
Tidak itu saja, kepala sekolah juga berpesan kepada semua hadirin, khususnya pendidik SMAN 1 Batu Sopang, untuk benar-benar menggali pengetahuan dari pemateri. Jangan sampai hanya pandai teori tetapi sama saja ketika di dalam kelas.
“Saya berpesan, kegiatan ini kita manfaatkan sebaik-baiknya sebagai media belajar. Mari kita gali pengetahuannya, agar tidak hanya pintar teorinya saja tetapi juga praktiknya” lanjutnya.
Tidak itu saja, acara tersebut juga diapresiasi oleh Dinas Cabang Wilayah V Kabupaten Paser yang diwakili oleh Drs. Kiswanto, M.Pd selaku pengawas SMA Provinsi Kalimantan Timur.
“Saya sangat senang kegitan IHT semacam ini berlangsung, artinya apa kita (pendidik) ini juga wajib belajar, mengikuti perkembangan zaman, jangan sampai ketinggalan” pesannya mengawali sambutan.
Lebih jauh, In House Training tersebut diharapkan tidak sekadar seremonial semata, kegiatan tersebut diharapkan menjadi semacam upgrade pengetahuan agar para pendidik benar-benar siap menjadi aktor kelas di zaman modern. Mengingat sebuah pepatah mengatakan “Didiklah Generasimu Sesuai Zamannya”. Maka dari itu, secara berkelanjutan SMAN 1 Batu Sopang melalui wadah Komunitas Belajar Idaman terus berusaha konsisten mengadakan pelatihan-pelatihan kepada para pendidik. Terlebih mimpi besar dari SMAN 1 Batu Sopang untuk mewujudkan murid yang IDAMAN (Idealis, Demokratis, Agamis, Mandiri, Aspiratif, Nasionalis). Pembelajaran Mendalam menjadi bagian yang perlu dikuasai sebagai alat kuat dalam mengajar dengan situasi belajar modern.
“Kita tidak boleh kendor, meskipun tantangan pendidik semakin hari semakin berat. Kita harus siap menghadapi itu semua. Saya yakin Bapak/Ibu semua mampu beradaptasi dengan situasi saat ini, untuk memberikan pembelajaran yang mendalam dan mampu memberikan output generasi IDAMAN yang bersama kita idam-idamkan” imbuhnya sekaligus membuka secara resmi kegiatan IHT SMAN 1 Batu Sopang.
Tidak tanggung-tanggung dalam kegiatan tersebut panitia mengundang ahlinya dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kalimantan Timur. Haniah selaku narasumber tunggal dalam acara tersebut menyampaikan secara lengkap mengenai deep learning, 8 3 3 4 salah satu rumus mudah sebagai pengingat kunci dari deep learning.
“Untuk mudah mengingat dan memahami kunci dari deep learning Bapak/ Ibu cukup ingat rumus 8 3 3 4, yaitu 8 dimensi profil lulusan dengan 3 prinsip, 3 pengalaman belajar dan 4 kerangka pembelajaran” jelas perempuan yang juga bertugas menjadi PIC Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial.
Tidak jauh berbeda dengan pendekatan-pendekatan sebelumnya, hanya pemantapan dan penyempurnaan. Munculnya 8 dimensi profil lulusan tidak lahir begitu saja, latar belakangnya berpatoka dari UUD No 20 tahun 2003 ayat 3.
“Perlu diingat Bapak/Ibu 8 dimensi profil lulusan ini lahir dari UUD No 20 tahun 2003 ayat 3, sebagai penyempurna dan semua konsep yang berjalan sebenarnya tidak jauh beda dari pendekatan-pendekatan yang buming sebelumnya” lanjut perempuan yang juga menjabat Widyaiswara di BGTK Kalimantan Timur.
Sebagai kegiatan yang sangat positif IHT SMAN 1 Batu Sopang juga mendapat support dari beberapa sponsor, yakni PT Kideco, PT Pama Persada Nusantara, BPD Kaltimtara dan PT Petrosea.
Di akhir, Iji Ardani Guru Sejarah di SMAN 1 Batu Sopang yang juga salah satu peserta IHT merasa kegiatan tersebut sangat memberi manfaat baginya. Pemahaman baginya mengenai pembelajaran mendalam.
“Kegiatan IHT ini sangat luar biasa karena banyak hal yang bisa didapatkan, diantaranya penjelasan mengenai 3 prinsip pembelajaran; berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, 3 pengalaman belajar PM memahami, mengaplikasikan, merefleksi, serta 4 kerangka pembelajaran; praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan belajar, pemanfaatan digital serta 8 dimensi kelulusan yang sangat jelas disampaikan oleh narasumber” jelas laki-laki asal NTB tersebut.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini